JAKARTA — Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) menggelar kegiatan Ngopi (Ngobrol Bareng Forkopimko) di kawasan Pecinan Glodok, Kecamatan Tamansari, Selasa (20/1), sebagai upaya mempererat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Kegiatan dialog terbuka tersebut menjadi wadah komunikasi strategis yang mengedepankan nilai kebersamaan, toleransi, serta komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan melestarikan keberagaman budaya di Jakarta Barat.
Acara dihadiri Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Hj. Rani Mauliana, Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H., Dandim 0503/Jakarta Barat Kolonel Kav Sigit Dharma Wiryawan, serta perwakilan DPRD, BPN, unsur TNI-Polri, camat, lurah, dan tokoh masyarakat.
Sebelum dialog berlangsung, rangkaian kegiatan diawali dengan walking tour Bazar Imlek dan Pasar Petak 9 bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Rombongan juga mengunjungi Pos RW 01 Glodok dan Vihara Dharma Bakti sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah dan keberagaman budaya kawasan Pecinan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan di Gedung Candranaya yang disambut dengan atraksi tarian barongsai, menambah nuansa budaya yang kental dan mempererat suasana kebersamaan.
Dalam sesi dialog, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol. Twedi Aditya Bennyahdi menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, sebagai agen perubahan dalam menjaga kerukunan dan keamanan lingkungan.
“Semangat program Gubernur DKI Jakarta, Kapolda, dan Pangdam adalah sama, yaitu Jaga Jakarta. Pilar Kapolda Metro Jaya mencakup Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah, yang membutuhkan partisipasi aktif masyarakat,” ujar Twedi.
Ia menegaskan bahwa seluruh perangkat pemerintahan telah diberi amanah untuk menjaga wilayah Jakarta Barat agar tetap aman, tenteram, dan damai. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat, termasuk anak-anak dan generasi muda, sangat diharapkan dalam menjaga lingkungan masing-masing.
Dialog berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana warga menyampaikan aspirasi, harapan, serta masukan secara langsung kepada para pemangku kebijakan.
Kegiatan Ngopi Forkopimko ditutup dengan pemberian cendera mata sebagai simbol kebersamaan dan komitmen bersama untuk menjaga Jakarta Barat tetap aman, harmonis, dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat semakin erat sehingga keberagaman budaya dapat terus terjaga sebagai kekuatan sosial Jakarta Barat.***




















