Home / Kapolri

Selasa, 27 Januari 2026 - 23:05 WIB

Kapolri Tegaskan Penolakan Polri di Bawah Kementerian, DPR Nyatakan Dukungan

JAKARTA — Gedung DPR RI mendadak bergetar. Rapat kerja Komisi III DPR bersama Kapolri yang awalnya membahas evaluasi kinerja Polri, berubah drastis menjadi arena sikap politik terbuka. Sejumlah fraksi di Komisi III serempak menyatakan dukungan penuh: Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden, bukan di bawah kementerian mana pun.

Sikap kompak DPR itu muncul sebagai respons langsung atas penolakan tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap wacana penempatan Polri di bawah kementerian khusus sebuah ide yang belakangan ramai dibisikkan, meski tidak pernah menjadi agenda resmi nasional.

“Ini Bukan Soal Jabatan, Ini Soal Negara”

Di hadapan pimpinan dan anggota Komisi III DPR, Kapolri tak berputar-putar. Dengan nada tegas, ia menyatakan bahwa struktur Polri saat ini adalah bentuk paling ideal untuk menjamin pelayanan publik, penegakan hukum, dan stabilitas keamanan nasional.

“Kami institusi Polri menolak jika sampai ada usulan Polri berada di bawah kementerian khusus,” tegas Jenderal Sigit.

Menurut Kapolri, posisi Polri yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden memungkinkan respons cepat terhadap kebutuhan negara, tanpa hambatan birokrasi tambahan yang justru berisiko memunculkan dual komando.

Baca Juga  Polres Metro Jakarta Barat Wakafkan Al-Qur'an untuk Masjid dan Musholla

“Kalau Polri diletakkan di bawah kementerian, itu berpotensi melahirkan matahari kembar,” ujarnya lugas.

Ditawari Jadi Menteri, Kapolri Menolak Mentah

Pernyataan Kapolri makin mengejutkan ketika ia mengungkap bahwa dirinya sempat ditawari posisi Menteri Kepolisian. Tawaran itu, kata dia, disampaikan secara personal melalui pesan singkat.

Namun jawabannya keras dan tanpa kompromi.

“Kalau Polri harus di bawah kementerian, dan saya harus jadi menterinya, lebih baik saya jadi petani saja,” kata Kapolri, disambut tepuk tangan peserta rapat.

Bagi Jenderal Sigit, wacana kementerian kepolisian bukan sekadar soal struktur, melainkan ancaman terhadap independensi institusi, kewibawaan negara, bahkan otoritas Presiden.

Pernyataan Paling Keras: Siap Dicopot

Dalam momen yang disebut-sebut sebagai salah satu pernyataan paling keras sepanjang rapat Komisi III, Kapolri menyampaikan sikap ekstremnya.

“Kalau pilihannya Polri tetap di bawah Presiden tapi ada Menteri Kepolisian, atau Kapolri dicopot, saya pilih Kapolri dicopot,” ujarnya.

Ia bahkan menginstruksikan seluruh jajaran Polri untuk memperjuangkan posisi institusi di bawah Presiden sampai titik darah penghabisan.

Reformasi 1998 Jadi Dasar Konstitusional

Kapolri juga mengingatkan bahwa penempatan Polri langsung di bawah Presiden bukan keputusan sepihak, melainkan amanat Reformasi 1998 yang ditegaskan dalam TAP MPR VI/MPR/2000 dan VII/MPR/2000.

Baca Juga  Jumat Berkah: Polsek Tambora Bagikan 50 Porsi Makanan Usai Shalat Jumat

Ia menyinggung sejarah panjang Polri pernah di bawah Kemendagri, Perdana Menteri, hingga tergabung dalam ABRI sebelum akhirnya dipisahkan demi profesionalisme dan pendekatan sipil.

Dengan tantangan geografis Indonesia yang mencakup 17.380 pulau dan bentang wilayah setara London hingga Moskow, Kapolri menilai fleksibilitas dan garis komando langsung ke Presiden adalah kunci efektivitas Polri.

DPR Tepuk Tangan, Sikap Menguat

Pernyataan tegas Kapolri itu langsung disambut tepuk tangan di ruang rapat Komisi III. Sejumlah fraksi secara terbuka menyatakan sejalan dengan pandangan Kapolri dan menilai perubahan struktur Polri justru berisiko memicu polemik baru di tengah kebutuhan stabilitas nasional.

Pesan Akhir Kapolri

Di akhir rapat, Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali menegaskan satu pesan utama:

“Polri di bawah Presiden bukan untuk memperkuat Polri semata, tapi untuk memperkuat negara dan Presiden itu sendiri.”

Isu ini pun diprediksi akan menjadi perdebatan panas nasional, menyentuh jantung relasi kekuasaan, reformasi sektor keamanan, dan masa depan institusi Polri.***

Share :

Baca Juga

Kapolri

Kapolri Pimpin Mutasi Besar, Ini Daftar Pejabat Bergeser

Kapolri

Rilis Akhir Tahun 2025, Kapolri Ajak Doakan Korban Bencana di Sumatera

Kapolri

Kapolri Soroti Tantangan Perkembangan Teknologi Digital dalam Menjaga Stabilitas Nasional

Kapolri

Kapolri Tinjau Pembersihan SD dan Masjid Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

Kapolri

Kapolri Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Lhokseumawe

Kapolri

Kapolri Dampingi Presiden Cek Lokasi Pengungsian Korban Banjir di Tapanuli Tengah

Kapolri

Kapolri Pimpin Rakor Bencana dengan Forkopimda Sumut, Bahu Membahu Tangani Bencana

Kapolri

Kapolri Hadiri Jalan Santai PWI, Tekankan Pentingnya Sinergi dengan Pers