Jakarta Barat — Kepolisian memastikan kabar yang beredar luas di media sosial terkait seorang pria dengan kondisi kaki nyaris putus di kawasan depan Mall Seasons City, Tambora, bukanlah korban aksi pembegalan seperti yang ramai diperbincangkan publik.
Fakta sebenarnya, pria tersebut merupakan korban kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor dalam kondisi diduga berada di bawah pengaruh alkohol.
Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang tersebar cepat melalui media sosial.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya dengan melakukan cross check sebelum membagikan atau mengunggah ulang informasi tersebut,” ujar Sudrajat kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Insiden kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 24 Mei 2026, sekitar pukul 04.30 hingga 05.00 WIB, di kawasan depan Mall Seasons City, Tambora, Jakarta Barat. Peristiwa itu sempat menghebohkan warga setelah foto korban dengan luka serius pada bagian kaki viral di sejumlah platform media sosial dan disebut sebagai korban begal.
Namun, hasil penyelidikan kepolisian memastikan narasi tersebut tidak benar alias hoaks.
Menurut Sudrajat, korban berinisial AP saat itu tengah mengendarai sepeda motor dari arah Grogol menuju Pluit. Dalam perjalanan, korban diduga kehilangan kendali atas kendaraannya hingga akhirnya menghantam beton pembatas jalan.
“Korban mengalami kecelakaan tunggal setelah kehilangan kontrol saat berkendara. Akibat benturan keras tersebut, korban mengalami luka berat pada kaki kanan hingga nyaris putus. Korban juga mengakui berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian,” jelasnya.
Peristiwa tersebut kini telah ditangani oleh Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Barat untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Polisi kembali mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya karena dapat menimbulkan kepanikan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.



















