MAUMERE|Pokjapwipolres.com — Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali ditunjukkan Bhayangkari bersama jajaran Polda NTT. Tidak sekadar datang meninjau, rombongan membawa dukungan dan perhatian langsung bagi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko bersama jajaran mengunjungi warga terdampak gempa yang mengungsi di Gelora Samador, Kabupaten Sikka, Rabu (19/8/2026). Kehadiran tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus upaya memberikan semangat kepada masyarakat di tengah masa tanggap darurat bencana.
Dalam kunjungan itu, Ketua Bhayangkari Cabang Sikka Ny. Fitri Bambang Supeno turut mendampingi. Rombongan juga dihadiri Pembina Bhayangkari Daerah NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., jajaran pejabat utama Polda NTT serta Kapolres Sikka.
Salah satu perhatian utama diarahkan kepada anak-anak yang berada di pengungsian. Melalui kegiatan trauma healing, anak-anak diajak berinteraksi, bermain dan mengikuti aktivitas positif untuk membantu mengurangi kecemasan serta menghadirkan suasana yang lebih ceria di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Suasana pengungsian pun diwarnai dengan pemberian sejumlah bantuan. Anak-anak menerima makanan ringan dan mainan, sementara kebutuhan bayi dan balita turut diperhatikan melalui bantuan susu formula. Rombongan juga menyerahkan tempat tidur bagi warga terdampak yang membutuhkan.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meringankan kebutuhan warga selama berada di pengungsian, tetapi juga menjadi dukungan moral agar masyarakat tetap kuat menghadapi situasi pascabencana. Kehadiran langsung jajaran Bhayangkari dan Polda NTT menjadi pesan bahwa warga terdampak tidak menghadapi masa sulit tersebut seorang diri.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen Polri dan Bhayangkari untuk hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk ketika bencana melanda. Solidaritas, kepedulian dan perhatian terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak, menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan warga terdampak gempa di Kabupaten Sikka.***




















