Home / Binmas / Polsek

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:29 WIB

Deklarasi Anti Tawuran, Polisi Perkuat Keamanan Jakarta Barat

JAKARTA — Upaya meredam konflik antarwarga di wilayah perbatasan Jakarta Barat terus diperkuat. Polsek Tambora bersama Polsek Grogol Petamburan menggelar kegiatan Ngopi Kamtibmas yang dirangkaikan dengan Deklarasi Anti Tawuran di kawasan Jalan Banjir Kanal Barat, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dari dua wilayah yang selama ini kerap bersinggungan, yakni RW 08 Kelurahan Kalianyar dan RW 01 Kelurahan Grogol. Hadir dalam acara tersebut Kapolsek Tambora Kompol Muhammad Kukuh Islami dan Kapolsek Grogol Petamburan Kompol Reza Hafiz Gumilang, bersama unsur Tiga Pilar, camat, lurah, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda.

Kapolsek Tambora Kompol Muhammad Kukuh Islami mengatakan, deklarasi anti tawuran ini merupakan langkah preventif untuk menghentikan konflik yang dalam beberapa pekan terakhir meresahkan warga di sekitar Banjir Kanal Barat.

Baca Juga  Peringati HUT Reserse Ke-78, Bareskrim Beri Santunan Anak Yatim di Palmerah

“Melalui pertemuan ini kami ingin membangun komunikasi dan kesepahaman. Tawuran tidak menyelesaikan persoalan, justru menimbulkan kerugian dan rasa takut di tengah masyarakat,” ujar Kukuh.

Ia menegaskan, kepolisian akan meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan, termasuk menempatkan personel di pos pantau. Namun, menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan lingkungan sangat bergantung pada keterlibatan aktif warga.

Senada dengan itu, Kapolsek Grogol Petamburan Kompol Reza Hafiz Gumilang mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang beredar, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

“Menjaga kedamaian adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai Ramadhan ternodai oleh aksi kekerasan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” kata Reza.

Dukungan terhadap upaya tersebut juga disampaikan unsur pemerintah dan tokoh masyarakat. Asisten Pemerintahan Kecamatan Tambora Tansori mengajak warga untuk memperkuat persatuan dan tidak terpecah akibat provokasi.

Sementara itu, Lurah Grogol Adi Saputro mengingatkan bahwa tawuran hanya akan meninggalkan dampak sosial yang panjang.

Baca Juga  Sigap dan Peduli, Polsek Metro Tamansari Bantu Ibu Tersesat Pulang

“Yang kita butuhkan adalah rasa aman dan kebersamaan, bukan konflik. Mari ciptakan lingkungan yang damai bagi generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RW 08 Kalianyar Sumarno dan Ketua RW 01 Grogol Jatmiko sepakat menjadikan para Ketua RT sebagai ujung tombak pencegahan konflik di tingkat lingkungan dengan mengedepankan komunikasi dan penyelesaian masalah secara musyawarah.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Deklarasi Anti Tawuran oleh seluruh perwakilan yang hadir, termasuk Camat Grogol Petamburan Raditian Ramajaya, perwakilan Koramil, lurah, Karang Taruna, dan unsur Potensi Masyarakat dari kedua kecamatan.

Deklarasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat rekonsiliasi antarwarga serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di kawasan Banjir Kanal Barat, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas tanpa dihantui kekhawatiran akan konflik susulan.***

Share :

Baca Juga

Polsek

Polsek Kebon Jeruk dan Tiga Pilar Siaga Antisipasi Banjir di Sukabumi Utara

Polres

Aksi Humanis Polisi Bantu Warga Disabilitas di Cengkareng

Polsek

Mudahkan Layanan, Polsek Taman Sari Sebar Stiker Bantuan Polisi

Polres

Pokja PWI Kepolisian Jakbar Perkuat Organisasi Lewat Rotasi Pengurus

Binmas

Bhabinkamtibmas Roa Malaka Beri Pembinaan Satkamling RW 03 Tambora

Binmas

Polsek Tambora Gelar Apel KRYD, Patroli Malam Diperketat

Binmas

Polres Jakbar Beri Bantuan dan Layanan Kesehatan Untuk Pengungsi Banjir Kembangan

Polsek

Polsek Cengkareng Turun Atur Arus Lalu Lintas di Tengah Genangan