JAKARTA|pokjapwipolres.com – Polres Metro Jakarta Barat bersama unsur 3 Pilar kembali menggelar razia kejahatan jalanan dan patroli mobile skala sedang pada Selasa dini hari (2/6/2026) sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif. Kegiatan ini menyasar sejumlah titik yang selama ini dinilai rawan aksi kriminalitas, mulai dari pencurian kendaraan bermotor, tawuran, hingga penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan diawali dengan apel kesiapan pada pukul 00.10 WIB yang dipimpin Ka SPKT Polres Metro Jakarta Barat Kompol Risris Supriyanta selaku Perwira Pengawas (Pamenwas), didampingi IPTU Bayu Sasongko sebagai Perwira Pendamping (Paping). Sebanyak 44 personel Polri, didukung 6 personel TNI dan 9 personel Satpol PP, diterjunkan untuk memperkuat pengawasan di berbagai wilayah hukum Jakarta Barat.
Usai apel, personel gabungan langsung bergerak melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) melalui patroli mobile dan razia stasioner. Operasi tersebut difokuskan untuk mengantisipasi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tawuran antar kelompok, kepemilikan senjata tajam, hingga peredaran narkoba yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi preventif Polres Metro Jakarta Barat yang dalam beberapa pekan terakhir terus meningkatkan patroli malam di sejumlah kawasan rawan. Kehadiran aparat secara langsung di lapangan diyakini mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas maupun yang sedang beristirahat.
Dalam pelaksanaannya, seluruh personel tetap berpedoman pada standar operasional prosedur (SOP) dan menerapkan sistem body system guna menjamin keselamatan petugas selama bertugas. Pendekatan persuasif juga dikedepankan agar operasi keamanan berjalan humanis tanpa mengurangi efektivitas penegakan hukum.
Polres Metro Jakarta Barat menegaskan bahwa patroli dan razia akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan wilayah. Masyarakat pun diimbau untuk aktif berperan menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat oleh aparat keamanan.***




















