Home / POLDA

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:16 WIB

Polda Kalteng Turunkan Tim Khusus Usai Polisi Gugur dalam Penggerebekan Narkoba

KATINGAN|pokjapwipolres.com – Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berubah menjadi tragedi berdarah pada Kamis (2/7/2026) dini hari. Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat menjalankan tugas, sementara dua personel lainnya hingga kini masih dalam pencarian setelah operasi penangkapan terduga bandar sabu berujung bentrokan dengan sekelompok warga bersenjata. Informasi tersebut telah dikonfirmasi oleh jajaran Polres Katingan dan Polda Kalimantan Tengah.

Berdasarkan rangkuman dari berbagai laporan media nasional dan lokal, operasi berawal dari informasi masyarakat mengenai maraknya peredaran sabu di wilayah tersebut. Sebanyak 12 personel Satresnarkoba diterjunkan dalam dua tim untuk menangkap target utama yang merupakan residivis kasus narkotika berinisial BIO beserta rekannya. Polisi sempat berhasil mengamankan target, namun situasi berubah ketika sejumlah orang melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam. Dalam eskalasi yang semakin membahayakan keselamatan petugas, polisi melepaskan tindakan tegas terukur yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia.

Kematian warga tersebut memicu kemarahan massa. Puluhan hingga ratusan warga dilaporkan mengepung aparat dengan membawa parang, balok kayu, hingga senjata api rakitan. Karena jumlah massa jauh lebih besar, personel kepolisian terpaksa mundur untuk menyelamatkan diri. Sejumlah anggota bahkan berenang menyeberangi sungai dan berlindung di sebuah pulau kecil sambil menunggu bantuan dari Satbrimob Polda Kalimantan Tengah dan personel tambahan yang diterjunkan ke lokasi.

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra dinyatakan gugur setelah mengalami luka berat akibat serangan senjata tajam. Sementara dua anggota lainnya, yakni Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim gabungan. Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menyatakan fokus utama saat ini adalah menemukan kedua personel tersebut sekaligus mengamankan situasi di lokasi kejadian.

Polda Kalimantan Tengah telah mengerahkan tim khusus untuk memperkuat pengamanan, melakukan pencarian, sekaligus mengusut secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kedua belah pihak. Aparat juga memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional guna mengungkap seluruh fakta, termasuk kronologi bentrokan, penggunaan kekuatan oleh petugas, serta dugaan keterlibatan jaringan peredaran narkotika yang menjadi target operasi.

Tragedi di Katingan menjadi salah satu insiden paling serius yang menimpa aparat penegak hukum dalam operasi pemberantasan narkotika tahun ini. Di tengah suasana Hari Bhayangkara ke-80, peristiwa tersebut menjadi pengingat besarnya risiko yang dihadapi personel Polri dalam memberantas kejahatan narkotika, sekaligus menegaskan pentingnya pengungkapan kasus secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan bagi seluruh pihak.***

Share :

Baca Juga

POLDA

Kapolda Riau Ajak Kiai dan Santri Jaga Kamtibmas

POLDA

Polres Metro Bekasi Kota Tetapkan 3 Tersangka Penggelapan Saldo TikTok Vilmei, Kerugian Rp1,2 Miliar

POLDA

Perkembangan Pasca 27 Agustus, Polisi Tetapkan 47 Tersangka dan Buru Terduga Pelaku

POLDA

Tindak Lanjuti Arahan Kapolri, Polda Jatim Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla

POLDA

Polda Metro Jaya Tangkap WN Malaysia Diduga Produksi Etomidate di Jaksel

POLDA

Polda Metro Jaya Gelar Patroli Preventif Crime Strike di Kampung Ambon

POLDA

Bhayangkara Sprint Rally 2026 Pasuruan Sukses Digelar, Ryan Nirwan Raih Juara Umum

POLDA

Kapolda Riau Hadiri Begaduh Championship Vol. 3 di Pekanbaru