JAKARTA, PWI POLRES. COM — Siapa sangka, dapur milik kepolisian justru tampil paling unggul di ibu kota. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pegangsaan Dua milik Polres Metro Jakarta Utara resmi dinobatkan sebagai dapur terbaik se-DKI Jakarta dalam program Makan Bergizi Gratis. Penghargaan prestisius ini diberikan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah melalui proses evaluasi ketat.
Pengakuan tersebut diumumkan dalam forum Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha, menyerahkan langsung penghargaan kepada perwakilan SPPG Pegangsaan Dua yang dinilai paling memenuhi standar operasional dibanding dapur lainnya di Jakarta.
Keberhasilan ini bukan tanpa alasan. SPPG Pegangsaan Dua dinilai unggul dalam berbagai aspek krusial, mulai dari sistem alur dapur yang tertata rapi (in-out), fasilitas yang sesuai standar nasional, hingga kelengkapan sertifikasi. Kondisi dapur yang bersih, higienis, dan terawat juga menjadi faktor penentu yang membuatnya melesat di posisi teratas.
Tak hanya soal fisik, aspek manajerial juga jadi sorotan. Konsistensi dalam pelaporan melalui aplikasi Tawas dan SIBGN menjadi nilai tambah yang memperkuat posisi SPPG ini sebagai yang paling disiplin dan transparan dalam pengelolaan program.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol. Erick Frendriz, menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh pihak, mulai dari jajaran kepolisian, pengelola SPPG, hingga Yayasan Bhayangkari dan mitra pendukung. Ia menyebut penghargaan ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga tantangan untuk terus menjaga standar tinggi pelayanan.
“Ini bukan akhir, tapi awal untuk terus meningkatkan kualitas. Kami pastikan dapur tetap bersih, pelayanan maksimal, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan pencapaian ini, SPPG Pegangsaan Dua tak hanya menjadi kebanggaan Polres Metro Jakarta Utara, tetapi juga simbol bahwa standar pelayanan publik berbasis gizi bisa dijalankan secara profesional, modern, dan berdampak luas.***




















