Home / POLDA

Jumat, 28 Agustus 2026 - 05:21 WIB

Polda Metro Jaya Tangani Demo DPR, Massa Dipukul Mundur hingga Slipi

JAKARTA, Radarjakarta.id – Aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026), berlangsung hingga malam dan diwarnai peningkatan eskalasi. Polda Metro Jaya bersama jajaran Polres Metro Jakarta Pusat dan Polres Metro Jakarta Barat melakukan pengamanan serta pengendalian massa setelah situasi di sejumlah titik, termasuk kawasan Pejompongan dan Slipi, semakin memanas.

Pada sore hari, aparat masih melakukan penjagaan di sekitar kompleks parlemen untuk mengamankan jalannya penyampaian aspirasi. Ketika sebagian massa tetap bertahan hingga malam, kepolisian mengeluarkan imbauan agar peserta aksi membubarkan diri. Situasi kemudian berubah menjadi lebih tegang dan aparat melakukan tindakan pembubaran. Laporan di lapangan menyebut polisi menggunakan kendaraan taktis dan water cannon untuk mendorong massa menjauh dari kawasan Gedung DPR.

Setelah massa bergerak dari kawasan depan DPR, konsentrasi kerumunan bergeser ke sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Pejompongan di Jakarta Pusat dan kawasan Flyover Slipi di Jakarta Barat. Polisi kembali melakukan pengendalian untuk mencegah massa bertahan di badan jalan dan menjaga situasi keamanan di kawasan tersebut.

Di kawasan Slipi, situasi semakin panas. Sejumlah laporan menyebut massa masih bertahan hingga malam dan terjadi bentrokan dengan aparat. Polisi kemudian menggunakan gas air mata untuk memukul mundur massa. Pergerakan massa yang bergeser dari sekitar Gedung DPR menuju Slipi membuat pengamanan meluas ke wilayah Jakarta Barat.

Ketegangan juga diwarnai kerusakan fasilitas. Sebuah pos polisi di bawah Flyover Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, dilaporkan dibakar oleh oknum massa pada Kamis malam. Peristiwa tersebut menambah perhatian aparat terhadap pengamanan fasilitas publik dan objek vital di sepanjang jalur pergerakan massa.

Sementara itu, Polda Metro Jaya juga melakukan langkah penindakan terhadap sejumlah orang yang diduga terlibat atau hendak menunggangi aksi. Laporan terkini menyebut polisi mengamankan puluhan orang setelah aksi di depan DPR dibubarkan. Angka yang dilaporkan sejumlah media mencapai 65 orang, sementara laporan lain menyebut 63 orang diperiksa terkait dugaan jaringan anarko.

Penanganan aksi tersebut menunjukkan bahwa pengamanan tidak hanya berlangsung di satu titik. Polda Metro Jaya menjadi unsur pengendali wilayah, sementara jajaran kewilayahan menghadapi perkembangan massa di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Setelah situasi mereda, kepolisian juga melakukan inventarisasi kerusakan fasilitas umum serta pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas yang terdampak demonstrasi.

Hingga malam 27 Agustus, aparat masih melakukan pengamanan di sejumlah lokasi yang sebelumnya menjadi titik konsentrasi massa. Rangkaian peristiwa tersebut menjadi ujian bagi kepolisian dalam menjaga keamanan sekaligus memastikan hak masyarakat menyampaikan pendapat tetap berlangsung sesuai ketentuan hukum. Penanganan secara terukur, transparan, dan proporsional menjadi penting agar eskalasi aksi tidak berkembang menjadi kerusuhan yang lebih luas.***

Share :

Baca Juga

POLDA

Polda Metro Tetapkan 45 Tersangka Kerusuhan Demo 27 Agustus, Jakarta Kembali Kondusif

POLDA

Hutan Rohil Dibabat dan Diperjualbelikan, Polisi Bongkar Dua Kasus Besar

POLDA

Polda Metro Jaya Amankan 65 Orang, Sita 39 Sajam dan 201 Botol Bersumbu Jelang Demo DPR

POLDA

Bule Australia Mesum di Badung Ditangkap di Bandara

POLDA

Polri Berangkatkan 403 Personel Satgas Edukasi Karhutla Hari Ini

POLDA

Praperadilan Keempat RS Ditolak, Polda Metro Jaya Hormati Putusan Hakim

POLDA

Kapolda Riau Lapor 36 Tersangka Kasus Karhutla ke Prabowo

POLDA

5 Pelajar Diamankan Brimob, Golok dan Celurit Disita