Jakarta Barat – Aksi sigap dan penuh kepedulian kembali ditunjukkan jajaran Polsek Tambora, Polres Metro Jakarta Barat, dalam merespons situasi darurat di tengah masyarakat. Seorang sopir bajaj yang ditemukan pingsan di kawasan Jembatan Lima, Tambora, berhasil dievakuasi dengan cepat oleh petugas kepolisian pada Jumat (24/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.39 WIB di Jalan Layang Jembatan Lima, RT 01 RW 02B, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Laporan awal dari warga langsung ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim Polsek Tambora yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Sudrajat Djumantara, didampingi Panit Reskrim IPDA Priyo Purnomo bersama Tim Opsnal.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati korban dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam kendaraannya. Tanpa membuang waktu, aparat segera melakukan tindakan cepat dengan mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat, yakni Puskesmas Krendang, guna mendapatkan penanganan medis intensif.
Korban diketahui bernama Ahmad Rifai (64), seorang sopir bajaj asal Pekalongan, Jawa Tengah. Berdasarkan hasil observasi awal di lapangan, korban diduga mengalami gangguan kesehatan serius yang mengarah pada serangan jantung. Meski demikian, diagnosis medis masih menunggu pemeriksaan lanjutan dari tim tenaga kesehatan.
Selain fokus pada penyelamatan korban, petugas juga mengamankan kendaraan bajaj berikut dokumen serta barang pribadi milik korban. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan aset korban sekaligus mempermudah proses identifikasi dan penanganan lanjutan.
Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat menegaskan bahwa respons cepat yang dilakukan anggotanya merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Setiap laporan dari masyarakat adalah prioritas kami. Kehadiran polisi di tengah warga bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian dan pelayanan kemanusiaan,” tegasnya.
Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Krendang. Sementara itu, pihak kepolisian terus berupaya menghubungi keluarga korban guna memastikan pendampingan lebih lanjut.***




















